Langsung ke konten utama

Postingan

Belajar ,bahagia atau stres ?(menanggapi full day school "Mendekbud )

Belajar, Bahagia atau stres ? (menanggapi usulan "full day school" Mendekbud) Belajar bukan soal ilmu yang masuk kedalam Brain (otak) dalam kepala. Ilmu bisa saja dipelajari oleh siapa saja tanpa terkecuali. Tetapi, tidak akan mampu dicerna jika dalam keadaan yang tidak normal. Setelah menteri pendidikan (lama) sekaligus mantan rektor paramadina diganti dari posisi kabinet, kok semakin risih dunia pendidikan kita. Lihat saja pak Muhammad Nuh dizaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Anak SD diperkosa-maaf-maaf saja- mulut pak menteri diam seribu bahasa. Tiba-tiba seperti ada pertempuran revolusi pendidikan, pak Mendekbud kita memberi usulan akan menerapkan "full day school" dengan melalui cobaan kebeberapa sekolah di daerah-daerah. Anak-anak bukan bahan eksperimen yang tidak berguna. Dunia pendidikan kita terutama para guru sendiri senang akan kebijakan pak Anies baswedan. Tidak hanya itu saja, murid didik ikut merasakan senang. Lho, tiba-tiba pak muhadjir...

percayalah kepada tuhan

" percayalah pada tuhan dan jangan takut kepada siapapun" tolstoy manusia diciptakan dengan kasih yang tak terhingga.  maha besar tuhan atas segala nikmat yang telah ia anugerahi terhadap kita. sejak ratusan abad,  kebencian telah menyelimuti pandangan dan dada para penganut agama dimana saja.  islam, kristen, yahudi,  ortodox dan seterusnya, memiliki konflik yang cukup panjang.   kebencian dikedepankan dan kasih sayang hanyalah kata-kata yang nihil untuk diartikulasikan kedalam kehidupan realistis. maksud dari yang maha kuasa menciptakan pelbagai agama,  tidaklain dan tidak bukan ialah untuk saling berkomunikasi,  membuka pikiran,  hubungan kekeluargaan dan hal lain yang patut kita pikirkan.  kebencian bukan keasyikan untuk tubuh dan pikiran anda yang begitu baik.  cukup, konflik yang dibuat-buat (mari ) kita berusaha untuk menghilangkannya meskipun hal seperti itu sangatlah sulit.  "big anger stays only in the bosom ...

Membiasakan positif, kebahagiaan datang bukan pembenci

Membiasakan positif, kebahagiaan datang bukan pembenci Provokatif, memberikan nutrisi yang kurang sehat diakal akan membentuk cara pikir yang buruk. Sama halnya seperti Anda mencoba membalik-balikkan fakta. Misalnya, sejarah banyak diberi kebohongan, namun tetap "keotentikan" nya tetap sama. Saat orang-orang jahat berdiri, Anda yang mencintai "kebenaran" harus berdiri menantang. Takut kepada kekhawatiran hanya membuat anda mendapatkan Problem yang lebih besar. Pak jonru yang terhormat, telah banyak dikritik oleh netizen atau masyarakat dan seterusnya. Namun, memang komitmennya selalu itu saja. Dari sini akan kita lihat, sampai dimana ia akan berhenti menjadi pembenci "Pak jokowi, menyebarkan berita hoax, membenci Syiah, dan seenaknya menulis tanpa memikirkan masalah yang akan terjadi." Assalamualaikum wr wb, pak jonru Begini pak, Anda orang baik. Semoga keluarga anda dimuliakan oleh Allah sehat dan dalam lindungan. Pak, anda tahu, dunia ini penuh ...

Mencegah kemiskinan dengan salawat

Diriwayatkan dari sahl bin said bahwa seorang laki-laki menjumpai rasulullah saw, demi mengadukan kemiskinan yang dialaminya. nabi Muhammad SAW bersabda : "Ketika memasuki Rumahmu, ucapkanlah salam, baik dirumah ada orang maupun tidak. Kemudian, ucapkan salam padaku dan bacalah surah Al okhlas," Laki-laki tersebut melaksanakan perintah itu. Tidak berapa lama laki-laki itu telah menjadi orang kaya sampai-sampai melibihi tetangga-tetangga dan keluarganya. (atsar wa barakat shalawat) 

kondisi anak indonesia

kondisi anak indonesia oleh : Abdillah husain cukup malu, dan memprihatinkan dengan berita dari surat kabar dan cetak dengan pelbagi berita mengenai kasus pemerkosaan, seks, pencabulan, pedofelia dan pelabagi masalah yang dihadapi bangsa kita didalam pendidikan maupun lembaga insitusi terbesar polisi dan KPK. sebenarnya, saya ingin membahas dari dua faktor. yang pertama faktor cultur dan kebijakan mendekbud. membangun sebuah jiwa yang matang dan bijaksana merupakan proses yang tidak cepat. mungkin, diantara kita diberi potensial-self dengan cepat merubah diri dengan matang atau meningkatkan jiwa yang baik. cultur yang kita bangun "prioritas" didalam sistem pendidikan bangsa tercinta kita yakni : pertama, cultur rasa malu kita masih belum terlihat. sayangnya, mendekbud dan sistem yang dijalankan pun kadang-kadang tak sejalan dengan moralitas. sering kita temui, anak-anak dibangku sekolah mencerminkan character yang tak terpelajar. kedua, kemanakah kebijakan yang konsi...

fanatik dan Islam

Fanatik dan Islam Oleh : Abdillah Husain  Muhammad seperti yang kita ketahui adalah 'rahmatal lil Alamin', pembawah kasih sayang untuk sekalian Alam. Muhammad SAW pembawah Agama yang otentik dengan Nilai-Nilai yang berasal dari Allah. Dengan berjalannnya waktu, Islam banyak tafsiran. Berbagai para Ahli menjelaskan dengan Baik dan beberapa dari kita salah kaprah dalam menjelasakan Arti sebenarnya Islam sejati. Islam yang kita ketahui Adalah Agama Allah. Dalam Alquran, Allah berfirman : " jika kamu kemanapun, tidak kan kau temukan agama yang benar selain Agamaku." Benar, tidak bisa kita menutupi kebenaran Mutlak. Sekarang, timbul pelbagi pertanyaan : "Apakah dengan begitu, Agama-agama atau kepercayaan yang dianut (selain islam) adalah salah ? " Mari kita kedepankan rasa kasih sayang. Dengan Kasih-sayang kita akan memandang mereka dengan keindahan. kita harus mengetahui bahwasannya kita semua manusia meski berbeda Agama punya satu tuhan. Meskipun ...

cinta, fatimah dan Ali

Cinta, fatimah dan Ali Wanita mungkin jatuh ketika tidak ada kekuatan pada pria. -shakespea Sejak fatimah (as) mulai beranjak remaja. Semua sahabat-sahabat Nabi mulai meminta kepada Nabi untuk menikahi fatimah (as). bergeliran 3 khalifah telah berusaha untuk melamar fatimah namun nabi tidak merespon. Dalam berbagai riwayat, abu bakar, Ustman, dan umar mendatangi Nabi. Nabi Allah menyambut dengan "Ahlan" saja. tidak hanya mereka-mereka saja yang datang melamar fatimah (as) namun pengusaha- pengusaha tajir dan jika mahar dikeluarkan maka semua orang atau negeri itu akan guncang akibat kekayaan yang ia punya. Namun Nabi kepada mereka " tentang pernikahan Fatimah (as) adalah bukan urusan saya dan ini urusan Allah. Ia yang akan menentukkan." Semua kembali dan berkata kepada Ali. Dalam sejarah, meskipun Ali adalah orang yang berani ia tidak pernah lepas dari rasa haya' (baca : pemalu). Ali sebelumnya sangat berkecil hati karena finansial ekonominya sangatlah r...