Langsung ke konten utama

cinta menurut murtdha muthahhari

cinta kadang menunjukan dirinya dalam nafsu birahi. ketika nafsu birahi menguasai manusia, maka manusia tersebut menjadi egois, melihat cinta hanya sebagai alat untuk memuaskan diri pribadi. namun ketika manusia melihat cinta sebagai kasih sayang sejati, maka ia tidak lagi bersifat egois. cinta yang demikian adalah cinta seseorang yang rela mengorbankan dirinya untuk orang lain.

murtadha muthahhari

dengan kata lain, seseorang yang memiliki cinta sejati mampu mengatasi motivasi-motivasi egisentrisnya dan lebih memilih untuk berkhidmat pada orang lain. dari sastra persia, kita bisa mengutip sebuah sajak gubahan sadi sebagai berikut :

"ketika seseorang mencintai orang lain
ia menjadi cinta dirinya sendiri.
ketika cinta tidak menumbuhkan keberanian
perak yang belum diolah, tidak memancarkan cahaya."

cinta dipuja-puja dalam berbagai cara, baik didunia barat maupun timur. namun konseptualisasi cinta antara barat dan timur berbeda. bagi orang-orang barat, cinta dianggap berharga selagi mewujud dalam bentuk kemesraan dua orang. pasangan yang berbeda jenis kelamin tersebut menikmati kenikmatan hidup berdua, guna menjauhi kehidupan sendiri yang membosankan. mereka bertujuan untuk memaksimalkan kenikmatan kehidupan.

ditimur, cinta dianggap sesuatu sangat mulia. cinta memberikan gambaran sepenuhnya  kepribadian seseorang. cinta membuat jiwa menjadi memiliki drajat yang tinggi dan juga menginspirasi. cinta, oleh karenanya, dianggap sebagai katalis, pemurni, dan lain-lainnya. tampak dari semua atribut dan sifat yang disematkan pada cina seperti ini, maka sangat susah untuk melihat bahwa cinta hanya awal dari penyatuan dua insan, atau hanya perasaan nikmat secara rohani dan jasmani karena hidup bersama. cinta adalah lebih dari itu.

bagi orang barat, cinta antara calon pasangan adalah awal bagi kesenangan yang  mereka dapatkan ketika mereka hidup bersama. pengalaman awal salng mencintai ini saja bisa meningkatkan kadar kemanusiaan mereka. tidak hanya prasyarat untuk kenikmatan yang didapat dalam hubungun suami-istri.

jika cinta ditafsirkan sebagai awal untuk menyatukan laki-laki dan perempuan menjadi satu jiwa, maka cinta seperti itu mengantkan manusia untuk bisa hidup lebih utuh.

pendeknya, dalam cinta dan dalam berbagai masalah lain, orang barat dan timur berbeda dalam pendekatan intelektualnya. orang barat biasanya tidak mampu melihat atau mengembangkan cinta dalam kerangka abstrak di luar proses mekanis mengatasi masalah-masalah kehidupan sehari-hari. walaupun mereka menyadari beda antara cinta dan nafsu birahi dan juga percaya pada empati serta harmoni spritual.

bertrand russel menuliskan tentang pentingnya cinta dalam diri manusia :

"orang-orang yang tidak mengalami kehidupan erat bersama dan persahabatan sejati yang tumbuh dari cinta yang saling membahagiakan telah kehilangan sesuatu yang amat berharga dalam kehidupannya ; secara sadar atau tidak sadar, mereka sebenarnya bisa merasakan hal tersebut dan mengakibatkan mereka menjadi hidup dalam kekecewaan yang membuat mereka menjadi iri, kejam dan menindas."








potongan salinan dari buku : "etika seksual antara islam dan barat." karya almarhum murtadha muthahhari

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ESENSI , DEFINISI DAN POKOK PEMBAHASAN ILMU MANTIQ

Esensi ilmu mantiq  secara subtansial mausia adalah makhluk yang berpikir. unsur berpikir begitu menyatu dengan fitrah manusia, sehingga sangat jarang hal ini lepas dari diri manusia. naluri untuk mengetahui sejarah awal dan berjalannya keberadaan juga kebahagiaan serta cara untuk bisa meraih hal itu, yang berdasarkan sejarah, merupakan kondisi-kondisi jiwa lahir bersamaan dengan munculnya manusia akan tetapi hakikat yang menjadi kelebihan yang ada pada diri mausia yang kita sebut dengan "berpikir" itu apa ? para ilmuan mantiq mengatakan " berpikir adalah usaha otak untuk mengetahui sesuatu yang tidak diketahui (majhul)." dalan proses berpikir, manusia selalu berdasarkan kepada penggunaan pengetahuan-pengetahuan dan konsep-konsep terdahulu yang ada di otak, dalam rangka mengurangi kuantitas ke-majhul-an dan menambah kuantitas pengetahuannya. dalam proses menyelesaikan masalah-masalah yang majhul ini, manusia terkadang bisa berhasil menyelesaikan maslaah tersebu...

Budaya Amerika : tradisi dan adat istiadat amerika

#Kolom news  Budaya Amerika mencakup kebiasaan dan tradisi Amerika Serikat. "Budaya meliputi agama, makanan, apa yang kita pakai, bagaimana kita memakainya, bahasa kita, pernikahan, musik, apa yang kita yakini benar atau salah, bagaimana kita duduk di meja, bagaimana kita menyapa pengunjung, bagaimana kita berperilaku dengan orang yang kita cintai, Dan sejuta hal lainnya, "kata Cristina De Rossi, seorang antropolog di Barnet dan Southgate College di London. Amerika Serikat adalah negara terbesar ketiga yang berpenduduk lebih dari 325 juta, menurut  Biro Sensus Amerika Serikat  . Seorang anak lahir setiap 8 detik, dan seseorang meninggal setiap 12 detik. Selain penduduk asli Amerika yang sudah tinggal di benua itu, penduduk Amerika Serikat dibangun dengan imigrasi dari negara lain. Meskipun baru-baru ini bergerak  untuk menutup perbatasan AS dengan imigran baru dan pengungsi  , seorang imigran baru pindah ke Amerika Serikat setiap 33 de...

Dapatkah seseorang itu memasuki surga hanya dengan melalui perbuatan baik

Dapatkah seseorang itu memasuki surga hanya dengan melalui perbuatan baik dari kitab Futuhal Ghaib(abdul kadir jilani) "Apabila Allah memperkenankan permohonan dan doa seorang hamba, maka ini tidak berarti bahwa simpanan Allah itu akan berkurang, karena Allah itu Maha Kaya; dan juga tidak semestinya Allah merasa terpaksa menerima permohonan hamba itu, seakan-akan Dia takluk kepada permohonan hamba itu. Sebenarnya, permohonan atau doa hamba itusesuai dengan kehendak Allah dan juga sesuai dengan masanya. Sebenarnya, penerimaan doa itu telah tertulis dalam azalinya, dan hanya tinggal menunggu masa dikabulkan doa itu oleh Allah. Inilah apa yang dikatakan oleh orang-orang 'arif di dalam menerangkan kalam Allah, "Setiap saat Dia dalam keadaan baru". Ini berarti bahwa Allah menerima permohonan hamba itu pada masa yang telah ditentukan-Nya. Allah telah menentukan masa dikabulkannya doa itu. Allah tidak akan memberi sesuatu kepada seseorang dalam dunia ini, kecuali dengan...