Langsung ke konten utama

Kisah hikmah : sayyidah fatimah, memberi yang berharga

Fatimah azzahra tidak pernah menangisi sesuatu yang telah terlewati. Dalam takdir Allah yang khoiril qadr dan su'ul qadr itu selalu diterima dengan bahagia dan tidak pernah mengeluh.

Nabi Muhammad selalu ceria ketika bertemu dengan Ibnat Sayyidah Fatimah (sayyidatun-nisa fil alamin).  Fatimah disebut oleh khadijah Istri Nabi, : jika engkau ingin melihat Akhlaknya Nabi,  itu ada fatimah azzahra.

Siapa saja yang mengenal lebih dalam tentang beliau tentu tidak akan pernah menyesal sedikitpun.  Teladan yang bisa menjadi rujukan bagi siapa saja.

Suatu hari,  ada pengemis datang kedepan rumah fatimah.  Suatu saat sayyidana fatimah ingin menikah dengan sayyidina Ali.  Tiba-tiba ada seseorang yang datang meminta.  Saat itu hanya ada gaun pengantin.

Tanpa berpikir panjang,  beliau labgsung memberikan barang tersebut kepada orang itu.  Sontak saja orang sekitar terkaget-kaget,  : ya fatimah,  kamu besok nikah memakai baju yang mana?

Ada seseorang yang melaporkan kepada Nabi Muhammad.  Nabi cepat-cepat menuju rumah anaknya.  Lalu mencium bahu sayyidah Fatimah dan mengatakan : engkau anakku,  perempuan yang dicintai Allah.

Kisah hikmah ini menjadj bahan renungan kita semua. Dalam posisi fatimah,  apakah kita berani memberi?  Apakah kita ikhlas sepenuhnya tanpa kesedihan?

Makanya Kata Habib Ali alhabsy : kalau saja kisah-kisah orang terdahulu diceritakan,  maka bertambahlah keimanannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ESENSI , DEFINISI DAN POKOK PEMBAHASAN ILMU MANTIQ

Esensi ilmu mantiq  secara subtansial mausia adalah makhluk yang berpikir. unsur berpikir begitu menyatu dengan fitrah manusia, sehingga sangat jarang hal ini lepas dari diri manusia. naluri untuk mengetahui sejarah awal dan berjalannya keberadaan juga kebahagiaan serta cara untuk bisa meraih hal itu, yang berdasarkan sejarah, merupakan kondisi-kondisi jiwa lahir bersamaan dengan munculnya manusia akan tetapi hakikat yang menjadi kelebihan yang ada pada diri mausia yang kita sebut dengan "berpikir" itu apa ? para ilmuan mantiq mengatakan " berpikir adalah usaha otak untuk mengetahui sesuatu yang tidak diketahui (majhul)." dalan proses berpikir, manusia selalu berdasarkan kepada penggunaan pengetahuan-pengetahuan dan konsep-konsep terdahulu yang ada di otak, dalam rangka mengurangi kuantitas ke-majhul-an dan menambah kuantitas pengetahuannya. dalam proses menyelesaikan masalah-masalah yang majhul ini, manusia terkadang bisa berhasil menyelesaikan maslaah tersebu...

Budaya Amerika : tradisi dan adat istiadat amerika

#Kolom news  Budaya Amerika mencakup kebiasaan dan tradisi Amerika Serikat. "Budaya meliputi agama, makanan, apa yang kita pakai, bagaimana kita memakainya, bahasa kita, pernikahan, musik, apa yang kita yakini benar atau salah, bagaimana kita duduk di meja, bagaimana kita menyapa pengunjung, bagaimana kita berperilaku dengan orang yang kita cintai, Dan sejuta hal lainnya, "kata Cristina De Rossi, seorang antropolog di Barnet dan Southgate College di London. Amerika Serikat adalah negara terbesar ketiga yang berpenduduk lebih dari 325 juta, menurut  Biro Sensus Amerika Serikat  . Seorang anak lahir setiap 8 detik, dan seseorang meninggal setiap 12 detik. Selain penduduk asli Amerika yang sudah tinggal di benua itu, penduduk Amerika Serikat dibangun dengan imigrasi dari negara lain. Meskipun baru-baru ini bergerak  untuk menutup perbatasan AS dengan imigran baru dan pengungsi  , seorang imigran baru pindah ke Amerika Serikat setiap 33 de...

Dapatkah seseorang itu memasuki surga hanya dengan melalui perbuatan baik

Dapatkah seseorang itu memasuki surga hanya dengan melalui perbuatan baik dari kitab Futuhal Ghaib(abdul kadir jilani) "Apabila Allah memperkenankan permohonan dan doa seorang hamba, maka ini tidak berarti bahwa simpanan Allah itu akan berkurang, karena Allah itu Maha Kaya; dan juga tidak semestinya Allah merasa terpaksa menerima permohonan hamba itu, seakan-akan Dia takluk kepada permohonan hamba itu. Sebenarnya, permohonan atau doa hamba itusesuai dengan kehendak Allah dan juga sesuai dengan masanya. Sebenarnya, penerimaan doa itu telah tertulis dalam azalinya, dan hanya tinggal menunggu masa dikabulkan doa itu oleh Allah. Inilah apa yang dikatakan oleh orang-orang 'arif di dalam menerangkan kalam Allah, "Setiap saat Dia dalam keadaan baru". Ini berarti bahwa Allah menerima permohonan hamba itu pada masa yang telah ditentukan-Nya. Allah telah menentukan masa dikabulkannya doa itu. Allah tidak akan memberi sesuatu kepada seseorang dalam dunia ini, kecuali dengan...